Nama Sekolah : MTs
Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak
Kelas / Semester : Delapan / II
Standar Kompetensi : Meningkatkan keimanan kepada kitab-kitab
Allah
Kompetensi
Dasar :
·
Menjelaskan pengertian
iman kepada kitab-kitab Allah swt.
·
Menyebutkan nama
kitab-kitab yang di turunkan Allah swt.
·
Menampilkan perilaku yang
mencerminkan beriman kepada
kitab-kitab Allah swt.
Indikator
:
·
Dapat menjelaskan
pengertian iman kepada kitab-kitab Allah swt.
·
Dapat menyebutkan macam-macam
kitab-kitab yang di turunkan Allah swt.
·
Dapat menampilkan perilaku yang
mencerminkan beriman kepada kitab-kitab Allah swt.
Materi
Pokok :
·
Pengertian
Beriman Kepada Kitab Allah swt.
·
Kitab-Kitab
Yang diturunkan Allah swt.
·
Prilaku
yang mencerminkan beriman kepada kitab Allah
Urain
materi :
A.
Pengertian Beriman Kepada kitab ALLAH
1.
Pengertian
Iman
Menurut bahasa, iman berasal dari bahasa Arab yaitu أَمَنَ- يُؤْمِنُ- إِيْمَان
artinya “membenarkan”. Sedangkan menurut istilah, iman ialah kepercayaan dalam
hati, meyakini dan membenarkan adanya Tuhan dan membenarkan semua yang dibawa
oleh Nabi Muhammad SAW.
2.
Pengertian
Kitab-Kitab Allah Swt.
Kitab Allah ialah wahyu Allah SWT
yang disampaikan kepada para Rasul untuk diajarkan kepada umat manusia sebagai
petunjuk dan pedoman hidup.Tujuan Allah menurunkan kitab-kitab itu agar
digunakan sebagai pedoman hidup bagi seluruh manusia menuju jalan hidup yang
benar dan diridhai-Nya
Jadi, iman kepada kitab-kitab Allah
SWT adalah mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT. telah
menurunkan kitab-kitab-Nya kepada rasul yang berisi wahyu untuk disampaikan dan
diajarkan kepada umat manusia.
B. Nama-nama
kitab Allah swt.
Di antara kitab-kitab Allah swt. yang wajib kita imani ada empat
(4) yaitu:
1.
Kitab Taurat
Kitab Taurat diwahyukan Allah swt. kepada nabi Musa a.s. sebagai
pedoman hidup bagi kaum Bani Israil.
إِنَّا أَنْزَلْنَا الَّتوْرَاةَ فِيْهَا هُدًى وَّنُوْرٌ
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab Taurat di dalamnya
(ada )petunjuk dan cahaya(yang menerangi)”….( Q.S Al-Ma’idah: 44)
Taurat asli yang berisikan akidah dan hukum-hukum syariat sudah tidak ada
lagi. Yang beredar di kalangan orang-orang Yahudi saat ini bukanlah Taurat
asli, melainkan palsu. Sebab, mereka telah melakukan perubahan-perubahan isinya
(ajarannya). Para ulama pun sepakat bahwa taurat yang murni sudah tidak ada
lagi. Taurat yang beredar saat sekarang lebih tepat dikatakan sebagai karangan atau
tulisan orang-orang Yahudi pada waktu dan masa yang berbeda.
Allah berfirman:
مِنَ الَّذِيْنَ هَادُوْا يُحَرِّفُوْنَ اْلكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ
Artinya: “Yaitu orang-orang Yahudi mereka mengubah
perkataan dari tempat-tempatnya.”(Qs. An-Nisa’46).
2.
Kitab Injil
Kitab Injil diwahyukan oleh Allah
swt. kepada Nabi Isa a.s. Kitab Injil yang asli memuat keterangan-keterangan
yang benar dan nyata yaitu perintah-perintah Allah SWT agar manusia
mengesakannya dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apapun, juga menjelaskan
bahwa di akhir zaman akan lahir Nabi yang terakhir.
Kitab Injil yang beredar sekarang
hanyalah hasil pikiran manusia bukan wahyu Allah . Misalnya Kitab Injil matius,
Injil lukas dan Injil Johanes. Antar Injil tersebut banyak terdapat perbedaan
dan bahkan bertentangan. Menurut para ahi, isi dari kitab Injil adalah biografi
Nabi isa a.s. dan keyakinan yang ada di dalam ajarannya merupakan pikiran
paulus, bukan pendapat orang-orang harawi (pengikut-pengikut nabi isa a.s.) .
Ada juga yang dinamakan Injil Bernabas, oleh para ulama dianggap sesuai dengan
ajaran tauhid. Namun Injil jenis ini tidak dipakai oleh orang-orang Kristen
(Nasrani). Dengan demikian, yang wajib dipercayai oleh umat islam hanyalah
Injil yang diturunkan Allah SWT.kepada nabi isa a.s.
Firman Allah swt.:
وَأَتَيْنَهُ
اْلإِنْجِيْلَ فِيْهِ هُدَى وَّنُوْرٌ
Artinya:
“Dan
Kami telah memberikan kepadanya (Isa) kitab Injil sedang didalamnya (ada)
petunjuk dan cahaya (yang menerangi)” …(al-Maidah 46)
3. Kitab Zabur
Kitab zabur diwahyukan Allah swt.
Kepada nabi Daud a.s. Nabi Daud hanya diperintahkan oleh Allah SWT untuk
mengikuti syariat Nabi Musa. Maka pokok ajaran kitab Zabur berisi tentang
zikir, nasehat dan hikmah tidak memuat syariat.
Firman Allah swt.:
وَاَتَيْنَا دَاوُدَ زَبُوْرًا
Artinya: “Dan
kami berikan Zabur kepada Daud a.s“(al-Isra’ : 55)
4. Kitab Al-Qur’an
Al-Quran
diturunkan Allah swt.kepada Nabi Muhammad saw. Melalui malaikat Jibril itu
tidak sekaligus, melainkan secara berangsur-angsur, yang waktu turunnya selama
22 tahun 2 bulan 22 hari. Terdiri dari 30 juz, 144 surat, 6666 ayat, 74.437
kalimat, dan 325.345 huruf. Turunnya al-Quran disebut Nuzulul Quran. Wahyu
pertama berupa surat Al-‘Alaq ayat 1-5, diturunkan pada malam 17 Ramadhan tahun
610 m. Di Gua Hira ketika Nabi Muhammad sedang berkhalwat. Pada saat itu pula
Nabi Muhammad saw. dinobatkan sebagai Rasulullah atau utusan Allah swt. untuk
menyampaikan risalahNya kepada seluruh umat. Sedangkan ayat yang terakhir turun
adalah surat al-Maidah ayat 3, ayat tersebut turun pada tanggal 9 Dzulhijjah
tahun 10 hijriyah di padang ‘Arafah ketika beliau sedang menunaikan haji wada’
(haji perpisahan), karena beberapa hari sesudah menerima wahyu tersebut nabi
Muhammad saw wafat. Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw. Sebahagian
isinya menghapus sebahagian syari’at yang tertera dalam kitab-kitab terdahulu
dan melengkapinya dengan hukum yang sesuai dengan hukum syariat yang sesuai
dengan perkembangan zaman. Al-Quran merupakan kitab suci terlengkap dan abadi
sepanjang masa , berlaku bagi semua umat manusia sampai akhir zaman, serta
pedoman dan petunjuk bagi manusia dalam menjalankan kehidupan di dunia agar
tercapai kebahagiaan di akhirat. Oleh karena itu,sebagai muslim kita tidak
perlu meragukannya sama sekali.
Firman
Allah:
وَاَنْزَلْنَا
اِلَيْكَ اْلكِتَبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقَا لِّمَابَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَبِ
وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ
Artinya:
“Dan
Kami telah turunkan kepadamu al-Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa
yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian
terhadap kitab-kitab yang lain itu…(al-Maidah : 48)
Firman Allah swt.:
ذَلِكَ
الْكِتَبُ لاَرَيْبَ فِيْهِ هُدًى لِلْمُتَّقِيْنَ
Artinya: “Kitab (al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya,petunjuk bagi
orang-orang yang bertakwa”.(Qs.al-Baqarah:2)
Isi pokok kandungan al-Quran adalah:
a.
aqidah atau keimanan
b.
Ibadah baik ibadah mahdhah maupun
ghairu mahdhah
c.
Akhlak seorang hamba kepada khaliq,
kepada sesama manusia dan alam sekitarnya
d.
Mu’amalah yaitu hubungan manusia
dengan sesama manusia
e.
Wa’ad dan wa’id
f.
Kisah kisah nabi dan rasul,
orang-orang shaleh dan orang-orang yang inkar
g.
Ilmu pengetahuan.
Keistimewaan kitab suci al-Quran dibanding dengan kitab-kitab yang
diturunkan sebelumnya adalah sebagai berikut:
a.
Al-Quran sebagai kitab suci yang
terakhir dan terjamin keasliannya. Al-Quran sebagai kitab suci yang terakhir
selalu dijaga kemurnian dan keasliannya oleh Allah swt. sampai akhir zaman.
firman Allah swt.:
إِنَّا
نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّالَهُ لَحَفِضُوْنَ
Artinya: “Sesungguhnya kamilah yang menurunkan al-Quran dan sesungguhnya
Kami benar-benar memeliharanya.”(al-hijr:9)
b.
Al-Quran memiliki isi kandungan yang
paling lengkap dan sempurna. Isi al-Quran mencakup segala aspek kehidupan
manusia.
c.
Al-Quran tidak dapat ditiru dan
dimasuki oleh ide-ide manusia yang ingin menyimpangkannya karena Allah swt.
yang selalu memeliharanya.
Allah swt. Berfirman:
قُلْ لَئِنِ
اجْتَمَعَتِ اْلإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَّأْتُوْا بِمِثْلِ هَذَا
اْلقُرْأَنَ لاَ يْأتُوْنَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيْرًا
Artinya: “Katakanlah, sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk
membuat yang serupa al-Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang
serupa dengan dia. Sekalipun sebahagian mereka menjadi pembantu bagi sebahagian
yang lainnya.”( Qs.al-Isra’88)
d.
Al-quran isinya sesuai dengan
perkembangan zaman, berlaku sepanjang masa dan untuk seluruh umat manusia.
e.
Membaca dan mempelajari isi al-Quran
adalah ibadah. Masih banyak keistimewaan al-Quran dibanding dengan kitab-kitab
sebelumnya.
Oleh karena itu, sebagai kitab suci umat Islam, kita harus berusaha
mempelajari dan mengkaji al-Quran dengan sungguh-sungguh, insya Allah akan
diperoleh berbagai keuntungan untuk hidup di dunia dan di akhirat. Karena
dengan hanya membaca saja sudah merupakan ibadah kepada Allah apalagi jika kita
dapat memahami dan mengamalkannya.
Sabda Rasulullah saw.:
عَلَيْكَ
بِتِلاَوَةِ اْلقُرْأَنَ فَإِنَّهُ نُوْرٌ لَّكَ فِى اْلأَرْضِ وَذُخْرُ لَكَ فِى
السَّمَاء
Artinya: “atas engkau membaca al-Quran adalah cahaya bagimu dibumi dan
simpananmu dilangit.”(HR. Ibn Majah)
C. Prilaku yang mencerminkan prilaku beriman kepada kitab Allah
1.
Meyakini bahwa Kitab Allah itu benar
datang dari Allah.
2.
Menjadikan kitab Allah sebagai
Pedoman (hudan) khusus kitab yang diturunkan kepada kita
3.
Memahami isi kandungannya.
4.
Mengamalkan dalam kehidupan
sehari-hari
Umat
manusia, khususnya umat muslim harus meyakini bahwa Allah SWT telah menurunkan
kitab-kitab Nya kepada para nabi atau Rasul sebagai pedoman hidup bagi umatnya
masing-masing. Al Qur’an sebagai kitab Allah yang terakhir dan penyempurna
sebelumnya telah diturunkan kepada nabi Muhammad SAW.
Upaya
memahami isi kandungan Al Qur’an, ada beberapa tahapan yang perlu kita jalani
antara lain sebagai berikut.
- Tahap pertama, kita harus mengetahui dan memahami
filosofi Islam sebagai agama yang mendapat ridha Allah SWT.
- Tahap kedua, kita harus mengetahui tata krama
membaca Al Qur’an.
- Tahap ketiga, kita harus mengetahui bahwa di
dalam Al Qur’an itu banyak sekali surah atau ayat yang mengandung
perumpamaan atau berupa perumpamaan.
- Tahap keempat, kita harus mempergunakan akal
ketika mempelajari dan memahami Al Qur’an.
- Tahap kelima, kita harus mengetahui bahwa didalam
Al Qur’an banyak sekali surah atau ayat yang mengandung hikmah atau tidak
bisa langsung diartikan, akan tetapi memiliki arti tersirat.
- Tahap keenam, kita harus mengetahui bahwa Al
Qur’an tidak diturunkan untuk menyusahkan manusia dan harus mendahulukan
surah atau ayat yang lebih mudah dan tegas maksudnya untuk segera
dilaksanakan.
- Tahap ketujuh, kita harus mengetahui bahwa
ayat-ayat didalam Al Qur’an terbagi dua macam (QS Ali Imran : 7) yaitu
pertama, ayat-ayat muhkamat yakni ayat-ayat yang tegas, jelas maksudnya
dan mudah dimengerti. Ayat-ayat muhkamat adalah pokok-pokok isi Al Qur’an
yang harus dilaksanakan oleh manusia dan dijadikan sebagai pedoman dalam
kehidupannya. Kedua, ayat-ayat yang mutasyabihat adalah ayat-ayat yang
sulit dimengerti dan hanya Allah yang mengetahui makna dan maksudnya.
- Tahap kedelapan, kita harus menjalankan isi
kandungan Al Qur’an sesuai dengan keadaan dan kesanggupannya masing-masing
(QS 12 : 22, 4 : 36, 65 : 7, 2 : 215, 3 : 92, 2 : 269)
Rangkuman :
·
Iman Kepada Kitab Allah adalah
mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT. telah menurunkan
kitab-kitab-Nya kepada rasul yang berisi wahyu untuk disampaikan dan diajarkan
kepada umat manusia.
·
Beberapa Kitab yang diturunkan Oleh
Allah Adalah Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Qur’an.
·
Beberapa Prilaku yang mencerminkan
beriman kepada kitab Allah, adalah sebagai Berikut :
1)
Meyakini bahwa Kitab Allah itu benar
datang dari Allah.
2)
Menjadikan kitab Allah sebagai
Pedoman (hudan) khusus kitab yang diturunkan kepada kita
3)
Memahami isi kandungannya.
4)
Mengamalkan dalam kehidupan
sehari-hari
Evaluasi :
1.
Jelaskan
pengertian beriman Kepada Kitab-Kitab Allah ?
2.
Sebutkan
Nama-Nama Kitab-Kitab Allah ?
Kunci Jawaban :
1.
Iman Kepada Kitab Allah adalah
mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT. telah menurunkan
kitab-kitab-Nya kepada rasul yang berisi wahyu untuk disampaikan dan diajarkan
kepada umat manusia.
Nama-nama Kitab yang diturunkan Oleh Allah Adalah
Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Qur’an.
nuhun ijin copy
BalasHapus